Menu

Mari Jaga Denpasar Virus Flu Burung

  • Rabu, 22 Agustus 2007
  • 1170x Dilihat
Mari Jaga Denpasar Virus Flu Burung
Merebaknya kasus flu burung di Pulau Bali khususnya di kab.Jembrana, membangunkan hampir semua masyarakat Pulau Bali untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap munculnya kasus serupa yang dapat menelan korban. Mengingat Kota Denpasar sebagai ibu Kota Propinsi Bali yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi , heterogen dengan ragam masalah baik social,ekonomi ,lingkungan kepentingan lainnya,mewajibkan kita untuk lebih mengantisipasi merebaknya virus Flu Burung dengan melibakan seluruh unsur-unsur masyarakat yang ada dimulai dari tingkat desa/dusun /kelurahan. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan segera dibantuk Kader Vaksinasi ditingkat Desa/Kelurahan dan segera dilakukannya Gerakan Vaksinasi Masal di Kota Denpasr dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Demikianlah yang disampaikan oleh Bapak walikota Denpasar dalam hal ini diwakili oleh Assisten tiga Setda Kota Denpasar dalam Acara Sosialisai Flu Burung bertempat di Ruang Praja Utama Kantor walikota Denpasar Selasa tanggal 21 Agustus 2008 . Acara diskusi dipandu langsung oleh bapak Assisten tiga dengan audiens yang terdiri dari ketua Komisi D DPRD, Dinas Peternakan Propinsi Bali,Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unud, ,BPPV, Camat,Desa/lurah,Puskesmas-puskemas pembantu ,UP3AI,Ketua Forum Ds.Pakraman dan Ketua Br.Adat..Bertindak sebagai nara sumber adalah Kantor Peternakan Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar,Disnak Prop.Bali,Diskes Prop,Fakultas Kedokteran Hewan Unud dan BPPV Bali Dari Hasil diskusi ada beberapa harapan yang muncul dari audiens yaitu: 1.Segera dibentuknya Komisi Daerah Flu Burung dan Vandemik(Komda FBVI) 2.Adanya perhatian khusus Kota Denpasar pada RPH-RPH Unggas yang masih dilakukan dirumah-rumah terhadap sistim penanganan limbah pemotongan. 3.Komisi D DPRD mengharapkan Kota Denpasar memberikan perhatian khusus dan meminta untuk tidak memikirkan anggaran yang akan dipakai karena DPRD siap mendukung dana yang dibutuhkan untuk Antisipasi Flu Burung yang sudah disiapkan untuk berbagai kasus emergency di Kota Denpasar dari APBD II sebesar 2 milliar. Universitas Udayana melalui Fakultas Peternakankanya siap mendukung dari segi operasional . 4.Adanya penangan secara khusus bagi ternak usaha yang dibiayai dari pinjaman Bank. 5.Adanya perhatian khusus pada ternak upakara dan ayam jago dengan melakukan koordinasi dengan pemuka agama 6. Pemusnahan secara masal terhadap wilayah terjangkit tidak perlu disembunyikan jika penangannya sudah dilakukan sesuai prosedur sebagai salah satu bentuk sosialisasi dan pembelajaran pada masyarkat tentang penanganan yang benar. 7.Masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan pada pihak berwenang bila menemukan ada ternak unggas yang mati mendadak dan dapat melakukan penangan pemusnahan secara benar dengan tidak melupakan menggunakan perlindungan diri berupa sarung tangan dan masker. 8.Menyimpan 1 ekor unggas yang mati dalam kantong plastik untuk dilakukan pengujian oleh petugas dalam batas waktu yang tidak terlalu lama.Jika petugas terlambat datang sebaiknya segera dilakukan pemusnahan untuk menghindari adanya lalat yang hinggap pada bangkai tersebut,mengingat penularan bisa terjadi melalui serangga. 9.Mengingat penularan virus yang paling utama adalah melalui udara,masyarakat diharapkan dapat menjaga sanitasi lingkungan dengan melakukan penyemprotan desinfektan menggunakan desinfektan apa saja yang tersedia dirumah tangga. Penyemprotan dapat dilakukan juga menggunakan rinso yang sudah dicairkan. (nony)