Mari Jaga Denpasar Virus Flu Burung
Merebaknya kasus flu burung di Pulau Bali khususnya di kab.Jembrana, membangunkan hampir semua masyarakat Pulau Bali untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap munculnya kasus serupa yang dapat menelan korban.
Mengingat Kota Denpasar sebagai ibu Kota Propinsi Bali yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi , heterogen dengan ragam masalah baik social,ekonomi ,lingkungan kepentingan lainnya,mewajibkan kita untuk lebih mengantisipasi merebaknya virus Flu Burung dengan melibakan seluruh unsur-unsur masyarakat yang ada dimulai dari tingkat desa/dusun /kelurahan. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan segera dibantuk Kader Vaksinasi ditingkat Desa/Kelurahan dan segera dilakukannya Gerakan Vaksinasi Masal di Kota Denpasr dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Demikianlah yang disampaikan oleh Bapak walikota Denpasar dalam hal ini diwakili oleh Assisten tiga Setda Kota Denpasar dalam Acara Sosialisai Flu Burung bertempat di Ruang Praja Utama Kantor walikota Denpasar Selasa tanggal 21 Agustus 2008 .
Acara diskusi dipandu langsung oleh bapak Assisten tiga dengan audiens yang terdiri dari ketua Komisi D DPRD, Dinas Peternakan Propinsi Bali,Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unud, ,BPPV, Camat,Desa/lurah,Puskesmas-puskemas pembantu ,UP3AI,Ketua Forum Ds.Pakraman dan Ketua Br.Adat..Bertindak sebagai nara sumber adalah Kantor Peternakan Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar,Disnak Prop.Bali,Diskes Prop,Fakultas Kedokteran Hewan Unud dan BPPV Bali
Dari Hasil diskusi ada beberapa harapan yang muncul dari audiens yaitu:
1.Segera dibentuknya Komisi Daerah Flu Burung dan
Vandemik(Komda FBVI)
2.Adanya perhatian khusus Kota Denpasar pada RPH-RPH
Unggas yang masih dilakukan dirumah-rumah terhadap
sistim penanganan limbah pemotongan.
3.Komisi D DPRD mengharapkan Kota Denpasar memberikan
perhatian khusus dan meminta untuk tidak memikirkan
anggaran yang akan dipakai karena DPRD siap mendukung
dana yang dibutuhkan untuk Antisipasi Flu Burung yang
sudah disiapkan untuk berbagai kasus emergency di Kota
Denpasar dari APBD II sebesar 2 milliar. Universitas
Udayana melalui Fakultas Peternakankanya siap
mendukung dari segi operasional .
4.Adanya penangan secara khusus bagi ternak usaha yang
dibiayai dari pinjaman Bank.
5.Adanya perhatian khusus pada ternak upakara dan ayam
jago dengan melakukan koordinasi dengan pemuka agama
6. Pemusnahan secara masal terhadap wilayah terjangkit
tidak perlu disembunyikan jika penangannya sudah
dilakukan sesuai prosedur sebagai salah satu bentuk
sosialisasi dan pembelajaran pada masyarkat tentang
penanganan yang benar.
7.Masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan pada pihak
berwenang bila menemukan ada ternak unggas yang mati
mendadak dan dapat melakukan penangan pemusnahan
secara benar dengan tidak melupakan menggunakan
perlindungan diri berupa sarung tangan dan masker.
8.Menyimpan 1 ekor unggas yang mati dalam kantong plastik
untuk dilakukan pengujian oleh petugas dalam batas waktu
yang tidak terlalu lama.Jika petugas terlambat datang
sebaiknya segera dilakukan pemusnahan untuk
menghindari adanya lalat yang hinggap pada bangkai
tersebut,mengingat penularan bisa terjadi melalui serangga.
9.Mengingat penularan virus yang paling utama adalah
melalui udara,masyarakat diharapkan dapat menjaga
sanitasi lingkungan dengan melakukan penyemprotan
desinfektan menggunakan desinfektan apa saja yang
tersedia dirumah tangga. Penyemprotan dapat dilakukan
juga menggunakan rinso yang sudah dicairkan. (nony)