BUDIDAYA KEPITING SISTEM BATERAI
(Battery Celll)
Kepiting bakau (Scylla Serrata) merupakan salah satu jenis kepiting yang hidup di dua alam. Kepiting bakau hidup hampir di seluruh perairan pantai bermangrove, perairan dangkal, estuari dan pantai yang berdasar lumpur berpasir.
Klasifikasi Kepiting Bakau:
Filum: artropoda
Kelas: crustacea
Ordo: decapoda
Suku: brachyuran
Family: portunidae
Genus: Scylla
Spesies: Scylla serrata
KEPITING JANTAN DAN BETINA
- Jantan(perut berbentuk segitiga sempit, meruncing ruas abdomen segitiga)
- Betina(perut berbentuk segitiga lebih lebar, bagian depan agak tumpul dan ruas abdomen agak membulat dan lebih lebar)
TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU
a. Berendam dan berlubang
b. Kanibalisme (Pemakan Sesama Jenis)
c. Moulting (ganti cangkang)
d. Kepekaan terhadap polutan
FAKTOR PENYEBAB MOULTING
• Eksternal:stressor, nutrisi, periode pencahayaan, dan suhu.
• Internal:hormon ekdisteroid (perangsang moulting) dan Molt-Inhibiting Hormon (MIH) (penghambat moulting).
MERANGSANG MOULTING
Ø Pematahan Capit dan Kaki Jalan
1. Biasa:secara manual mengunakan gunting, pemotongan kaki pada ujung kaki jalan sehingga secara otomatis pangkal kaki jalan patah.
2. Popey:memotong semua kaki jalan kepiting, capitnya dibiarkan dan ujung capit dipotong agar kepiting tidak bisa mencapit dan keluar dari kurungannya.
Ø PENAMBAHAN HORMON EKDISTEROID
1. Injeksi:menyuntikan hormon pada bagian pangkal kaki kepiting.
2. Oral:melalui pakan.
KARAMBA BATTERY CELL/ SOLITER
Metode tersebut adalah pembuatan karamba kepiting yang dipelihara secara individu (Battery Cell/Soliter). Sistem Battery Cell adalah sebuah karamba yang dibuat dari kayu/bambu/plastik yang disusun sedemikian rupa menjadi kotak-kotak atau sekat-sekat yang terpisah untuk tempat pemeliharaan kepiting.
Karamba Battery dapat meminimalkan kematian akibat kanibalisme kepiting. Upaya pengenalan kegiatan budidaya kepiting bakau terus dilakukan dengan menggunakan teknik yang paling ekonomis dan efektif. Metode budidaya yang diterapkan adalah dengan menggunakan Karamba Battery yang diterapkan di tambak atau perairan bebas. Keramba tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengelolaan budidaya kepiting bakau.
HAL PENTING DALAM BUDIDAYA KEPITING SISTEM BATTERY
Kualitas Lingkungan Perairan
Keberhasilan suatu usaha budidaya sangat tergantung pada keberhasilan menjaga kondisi lingkungan budidaya dan sekitarnya. Hal ini sangat terkait dengan daya dukung, daya tampung dan daya asimilasi lingkungan tersebut. Sedangkan menurut Fujaya (2012), bahwasalinitas ≥30 ppt menyebabkan daya moulting menurun. Terlebih lagi suhu akan meningkat dan akan mempengaruhi kadar amoniak toksik (beracun) dalam perairan.
Lokasi Budidaya Kepiting
Daerahyangcocokuntuklokasibudidayakepiting ialah tambakberdasarberlumpur. Salinitas maksimal 10-25 ppt.Kualitas perairansuhu 28-330 C,pH 7,5-8,5 dan DO lebih dari 5ppm.
Benih Kepiting
Anakan kepiting yang berukuran berat 30-50gram dijadikan benih budidaya pembesaran. Kepiting tangkapanya ngukurannya 150-200 gram menjadi benih untuk penggemukan, terdiri dari kepiting jantan dan betina. Kepiting ukuran itu juga dijadikan benih untuk unit produksi cangkang lunak dan juga untuk produksi kepiting bertelur,(betina saja).
TEHNIK BUDIDAYA KEPITING
1. Wadah
Bambu
Wadah penggemukan itu kebanyakan dibuat dari bambu ukuran kotak 2 x 0,5 x 0,2 m. Terbagi menjadi 2 bagian yang masing-bagian diberi tutup. Ruangan kotak itu disekat-sekat menjadi kotak-kotak kecil masing- masing 30 cm2. Cukup untuk diisi dengan 1 ekor kepiting di setiap kotak tersebut.
Plastik
Wadah yang mungkin digunakan juga ialah kotak dari plastic ukuran 60 x 40 x 20 cm. Kotak ini juga di beri sekat-sekat menjadi 9 ruang masing-masing untuk 1 ekor kepiting. Sistem kotak kecil (sistem baterai). Hal ini berarti sangat hemat ruang atau padat penebaran tinggi, yaitu 40 ekor kepiting/m2. Dengan system ini mortalitas hanya 5% atau kurang, karena kepiting tidak dapat saling menyerang atau memangsa. Kematian itu disebabkan oleh kegagalan ganti kulit.
2. Pembesaran Benih
Yang paling banyak dilakukan metoda ini yaitu pembesaran kepiting hasil tangkapan yangmasihberukurankecil(kurangdari50gram)dipeliharamenjadi ukuran yang layak di konsumsi yaitu ukuran lebih besar dari 200 gram. Pembudidayaan ini dilakukan secara tradisional yang bersifatekstentif.
3. TempatPemeliharaan
Tempatpemeliharaan kepitingdibuatlahkurunganatausekeliling tanggultambak dipasang pagar dari bambuyang cukup rapat agar tidak keluar.Luaspetak antara 100m2sampai0,5 ha.Petakanyanglebihbesarlebihsukardikelola,misalnyapengaturanairdan biayapembuatanpagarakanlebihbesar.
4. Pakan
Pakanyangdiberikanialahikanrucahyang harganyamurahataubinatang- binatangpenggangguditambaksepertiular,belutyangdipotong-potongkecil-kecil. Banyaknyaransum3-5%beratbiomassakepiting 2-3kalisehari. Pemberianyangterlalubanyak,pakanakanbersisadanmembusukdalamtambak sehinggakurangbaikakibatnyabagikepiting.
5. Panen
Cara pemanenanSecarasederhanayaitudimulaidenganmembuangsebagianairtambaksampai kedalaman dalam petak 30 cm.Penangkapan secara total biasa dilakukan dengan pengeringan tambak, sehingga kepitingdapatditangkapdenganseser,danyangtersembunyididalam lumpur dapat di juga ditangkap dengan seser dari bambu atau pengki untuk memungkinkanmengeruk lapisan Lumpur tempatkepiting bersembunyi.
6. Mengikat Kepiting
Kepiting mempunyaicapityangkuat,dananggotabadannyamudahputus, sedangkanbilaanggotabadantidaklengkap,hargajualnyaakanmenurun. Karena ituketerampilancaramengikatkepiting haruslahdipelajaridengancermat.
DINAS PETERNAKAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
KOTA DENPASAR
JL. MATARAM NO. 1 DENPASAR,
TELP. (0361) 251225