MARI BETERNAK SAPI
Sapi Bali merupan hasil penjinakan dari banteng –banteng liar yang dikembangkan di Bali,dalam bahasa latinnya disebut Bibos Banteng. Sampai saat ini perkembangan sapi Bali tidak terbatas diDaerah Bali saja,namun sudah tersebar sampai ke Propinsi lain.
Sapi Bali yang ada di Bali merupakan komoditas penting di Bali, disamping memberikan andil yang besar bagi masyarakat dalam pemenuhan gizi dalam keluarga,maupun dalam memenuhi kebutuhan daging bagi para wisatawan yang datang ke Bali, baik dalam negeri, manca Negara,serta dapat digunakan sebagai ternak kerja . Untuk itu didalam pemenuhan tersebut diatas intensifikasi akan ternak sapi adalah penting yang harus diperhatikan.
Tata Laksana.
1.Bibit Yang harus diperhatikan adalah :
-Kondisi sehat dan kuat
-Badan lebar dan dalam
-Pedagingannya padat dan bentuk badannya kompak
-Ambingnya besar dan simetris, bila diraba terasa lunak
-Putting susunya cukup besar dan letaknya simetris
-Temperamennya aktif ,tetapi lembut
2.Kandang
Syaratnya:
-Cukup mendapat sinar matahari
-Mempunyai saluran pembuangandan tempat penampungan
kotoran yang memadai
-Terbuat dari bahan yang cukup kuat dan tahan lama
-Bila memungkinkan lantai kandang disemen/dikeraskan
dan dihampiri dengan jerami supaya hangat.
-Kandang hendaknya dilengkapi dengan tempat pakan dan
air minum
-Lantai diusahakan agak miring kearah pantat sapi dan
diusahakan agar selalu kering dan hangat
Ukuran Kandang
-Untuk 1 ekor induk : 2x1,5m2
-Untuk 1 ekor pejantan : 2x 1,5m2
3.Pakan
Jenis bahan pakan yang diperlukan adalah :
-Pakan hijauan,yaitu bahan yang banyak mengandung
serat kasar dengan nilai cerna yang rendah dan cukup
protein seperti rumput gajah,rumput
raja,benggala,satria,dll. Jenis legume seperti gamal,acasia
vilosa,turi serta dari jenis daun-daun dan jerami
-Pakan hijauan diberikan 10% dari berat badan perhari
-Hijauan yang diberikan merupakan campuran antara
rumput dan kacang-kacangan dengan perbandingan 2/3
bagian rumput dengan 1/3 kacang-kacangan,diberikan 2-3
kali sehari.
-Pakan Penguat ( Konsentrat)
Pakan penguat adalah campuran bahan yang disusun
sedemikian rupa
4.Pemeliharaan
Metode pemeliharaan sapi berdasarkan tujuan
pemeliharaan yaitu: sapi potong pembibitan , sapi potong
kereman, sapi untuk ternak kerja
a. Pemeliharaan sapi potong pembibitan;
*Sapi induk
Selain pemberian pakan yang baik pemeliharaan
kesehatan dalam pemeliharaan sapi induk perlu juga
diperhatikan sistim perkawinannya,sehingga induk
dapat melahirkan setiap 1 – 18 bulan
*Induk bunting
Sapi yang mengalami proses produksi harus mendapat
perlakuan dan pakan yang baik. Pakan harus cukup
baik , berikan pakan penguat sebanyak 2-3 kg/ek/hr/
+mineral.Tempatkan sapi dikandang tersendiri agar
merasa tenang.Jagalah kebersihan kandang,alasi
lantainya dengan jerami rumput kering.
*Pemelihraan anak sapi
-Setelah anak sapi lahir segera bersihkan lender yang
menempel pada tubuhnya,terutama bagian hidung dan
mulut
-Potong tali pusarnya dan olesi dengan yodium
-Biarkan anak sapi menyusui pada induknya sampai 4
bulan
-Mulai diperkenalkan dengan konsentrat pada umur 3
minggu
b. Pemeliharaan sapi potong kereman
Ada 4 patokan dalam memilih sapi untuk dierem,
diantaranya :
* Sapi yang berumur kurang dari satu tahun yang akan
diperlukan masa kerem selama 8-12 bulan
*Sapi berumur 1-2 tahun dengan masa kerem selama 6-8
bulan
*Sapi yang berumur 2-3 tahun dengan masa kerem
selama 4-6 bulan
*Sapi yang berumur 3 tahun keatas dengan masa kerem
maksimal selama 4 bulan
Selain dari segi umur juga perlu pertimbangan dari bentuk
tubuh sapi yang akan dikerem dapat dipilih kurus , tapi
bukan karena penyakit . Kuru dalam artian kurang
makanan dan perawatan. Berat ideal sapi yang akan
dikerem antara 140-200 kg (untuk sapi Bali).
Pemberian konsentrat berupa dedak padi +starbio
sebanyak 1 kg hari akan memberikan pertambahan
berat badan rata-rata 600 garam/hari (hasil demo unit
pemberian dedak +starbio pada
sapi didesa Petang,Kab.Badung,Desa Selumbung,Kab.
Karangasam,1996)
c. Pemeliharaan sapi untuk ternak kerja
Pada pemeliharaan ini hal yang perlu diperhatikan adalah
ternak sebaiknya tidak dikerjakan pada waktu tertentu sbb:
1.Satu bulan setelah dikawinkan
2.Dua bulan sebelum melahirkan
3.Satu bulan setelah melahirkan
5.Pengolahan reproduksi
* Kawinkan sapi betina untuk pertama kalinya pada umur 15-
20 bulan,sedangkan yang jantan pada umur 15-24 bulan
* Bila sapi menunjukkan tanda-tanda birahi pagi
hari,kawinkan 12-18 jam
* Perkawinan dinyatakan berhasil bila sapi memeprlihatkan
tanda-tanda sebagai berikut :
Tidak muncul birahi pada periode berikutnya,sapi
kelihatan lebih tenang,nafsu makan dan minum
bertambah, rongga perut bertambah besar
* Kebuntingan sapi rata-rata berlangsung selama 283 hari
6.Pencegahan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang perlu diwaspadai dalam
mengelola sapi diantaranya:
1.Ngorok (SE)
Gejalah :
* Demam tinggi,badan lemah dan gemetar
* Banyak air liur
* Pembengkakan dileher , pundak kaki depan dan lidah
* Penyempitan saluran pernafasan sehingga sulit nafas
Pencegahan : ternak diberi vaksin anti SE.
Pengobatan L dengan menggunakan antibiotika dan sulfa
2.Radang Kuku (Foot Rot)
Pembengkakan pada kuku dan sekitarnya, tumit,kuku
mengelupas dan timbul bisul , ternak pincang dan bisa
lumpuh
Pencegahan :
Lantai harus kering, kuku dipotong ,dibersihkan dengan
larutan Betadine dan dibalut, hal ini diulang setiap minggu
3.Bioat (Tymphani,Kembung Perut)
Gejalah:
Lambung bagian kiri membesar,nafsu makan berkurang
atau hilang sama sekali,sapi gelisah,sesak nafas,bila sudah
dibaringkan susah berdiri
Pencegahan:
Jangan terlalu banyak memebrikan hijauan yang banyak
mengandung air,(rumput muda yang banyak kena embun),
diberi makan kasar dan jerami kering ( hay) untuk
mengeluarkan gas diberikan minuman larutan gula merah
dan air asam.(Kanpet Kota Denpasar)