Keindahan Mangrove Forest yang harus dilestarikan, maka dalam rangka memperingati Hari Nusantara diadakanlah kegiatan tanam bakau dan susur mangrove oleh Bapak Walikota Denpasar, Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, diikuti oleh seluruh Kepala SKPD Kota Denpasar juga para Pokmaswas Kota Denpasar. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 7 Desember 2014. Kegiatan diawali dengan rombongan fun bike Bapak Walikota dan segenap Kepala SKPD Kota Denpasar datang ke lokasi acara di Pokmaswas Mina Suka Werdhi Batu Lumbang yang kemudian dilanjutkan dengan menanam bakau dan menyusuri mangrove forest.
Bapak Walikota Denpasar Ir. IB. Rai Dharma Wijaya Mantra melakukan tanam bakau dengan menggunakan kano sebagai alat transportasi untuk ke lokasi penanaman bakau diikuti oleh seluruh Kepala SKPD Kota Denpasar. Penanaman bakau ini ditujukan untuk melestarikan hutan mangrove karena peranan mangrove yang sangat penting yaitu sebagai paru-paru kota dan penghijauan kota.
Mangrove Forest Kota Denpasar sudah dibudidayakan dan dilestarikan terbukti dari banyaknya minat masyarakat untuk menjadikan Mangrove Forest sebagai lokasi pariwisata. Tidak hanya itu, Mangrove Forest sudah di reservasi dan banyak masyarakat yang menjadikan mangrove forest sebagai tempat untuk melakukan kegiatan preweeding untuk pasangan yang akan menikah. Bermain kano dan menyewa kapal untuk menyusuri Mangrove Forest juga sudah banyak diminati oleh masyarakat. Bila menyusuri luasnya mangrove forest ini, kita juga dapat melihat indah dan kokohnya Tol Bali Mandara. Bapak Walikota Denpasar mengungkapkan salah satu masalah yang masih timbul di kawasan Mangrove Forest yaitu Sampah yang masih ada di sekitar mangrove. Hal ini akan segera diselesaikan dengan lebih meningkatkan kinerja pokmaswas.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar memaparkan bahwa Kegiatan ini sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran kita agar selalu melestarikan alam dan menjaganya agar senantiasa tumbuh dan hidup dengan baik. Karna tanpa mangrove yang sebagai paru-paru kota maka tidak ada penghijauan untuk melestarikan kota yang bersih dari polusi. Mari lestarikan bersama alam kita dengan sebaik-baiknya.(Widya)
09 Februari 2026
04 Februari 2026
17 Agustus 2025
21 Agustus 2025