Perlu kita ketahui bahwa ikan lele merupakan produk unggulan yang dimiliki Kota Denpasar. Untuk peningkatan produksi lele perlu pakan yang sesuai berupa pellet. Selama ini pakan pellet (pakan pabrikan) harga terus meningkat @ rp. 9.500/kg. Untuk mengatasi hal ini, bidang perikanan dan kelautan melalui kegiatan peningkatan pengembangan teknologi perikanan tahun anggaran2013 mengadakan uji coba pakan alternatif untuk lele, hasilnya bagus dan biaya lebih murah ( sehingga biaya produksi bisa ditekan)
Dari uji coba kamisosialisasikan ke petani, kendalanya petani belum memiliki mesin pencetak pellet, masih menggunakan alat giling daging ( produksinya sedikit).Dari kendala tersebut, kami arahkan petani mengajukan proposal mohon bantuan mesin pencetak pelletpada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar. Kemudian Dinas menganggarkan untuk 2 unit mesin pencetak pellet.Dari hasil pembuatan pakan alternatif, biaya dapat ditekan menjadi Rp. 6.000/ kg. Bahan-bahan pakan alternatif yg digunakan : ampas tahu, dedak padi, dedak polar tepung ikan, tepung darah, tepung kanji, kepala ayam, daun turi atau lamtoro).
Dengan adanya masalah seperti ini Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar membantu untuk memajukan pemeliharaan ikan lele agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, bantuan langsung diserahkan oleh Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, Ir.Antara Wijaya kepada Pokdakan Mina Asri Penatih Dangri yang diwakili penerimaannya oleh Ketuanya yaitu I Made Purya serta UPR Mina Surya Tani, Kelurahan Tonja yang diwakili oleh Ketuanya I Ketut Wirya. Masing-masing diberikan 1 unit mesin pencetak pellet. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 7 Juli 2014 yang dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Bidang Perikanan dan Kelautan, Penyuluh Perikanan, Kepala UPT Balai Benih Ikan.
09 Februari 2026
04 Februari 2026
17 Agustus 2025
21 Agustus 2025