Menu

HEWAN SEHAT,NILAI JUAL TINGGI

  • Senin, 14 Mei 2012
  • 2467x Dilihat
Kita tidak bisa melakukan ekspor keluar negeri jika tidak menerapkan kesrawan. Demikian disampaikan oleh Narasum dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bali, Drh.I Ketut Muliartha dalam acara sosialisasi Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) untuk para pengusaha dan pemotong sapi dan babi dan kambing, Senin,14 Mei 2012. Penerapan kesrawan sudah harus dimulai sejak ternak dibudidaya sampai menjelang proses pemotongan. Dikatakan oleh Muliartha bahwa hal yang harus dihindarkan adalah ternak mengalami stress berkepanjangan khususnya menjelang akan di semeblih. Proses penyembelihan yang benar adalah ternak tanpa pemingsanan adalah digiring ketempat penyembelihan, direbahkan langsung dilakukan penyembelihan setelah itu barulah ternak tersebut digantung untuk dilakukan proses selanjutnya, Proses penyembelihan dengan cara ternak digantung selama beberapa menit kemudian baru dilakukan proses penyembelihan adalah salah. Hal tersebut adalah salah satu penyebab stress pada ternak dan perlakukan seperti ini tidak akan menghasilkan daging yang berkualitas karena proses pembentukan otot menjadi daging tidak dapat berjalan dengan baik akibat produksi glikogen menurun. Otot pada hewan yang sudah disembelih mengandung gula otot yang disebut glikogen. Glikogen tersebut akan diubah menjadi asam laktat,. Fungsi asam laktat adalah untuk mencerna otot sehingga menjadi apa yang kita kenal sebagai DAGING. PH daging pada hewan yang sudah disembelih normalnya adalah 5,5 sementara hewan Hidup memiliki 7,4. Jika PH 5,5 pada daging adalah PH yang bagus dan mencegah bakteri untuk berdiam disana sehingga daging dapat lebih lama bertahan Penerapan Kesrawan adalah bagian dari pelaksanaan UU No.18 tahun 2009 yang berbunyi “kesejahteraan Hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan, yang perlu diterapkan dan ditegakan untuk melindungi hewan dari perlakuan orang atau badan hukum yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia. Hewan Sejahtera, daya jual meningkat” . (nony-Kesmavet).