Menu

Daging Hewan Kurban Layak di Konsumsi

  • Rabu, 17 November 2010
  • 1189x Dilihat
Daging dari hewan kurban yang disembeli di beberapa lokasi di Kota Denpasar pada umumnya layak untuk di konsumsi. Demikian di sampaikan oleh Kabid Kesmavet Dinas Petenakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, Drh. I Gst Ayu Astriwati didampingi oleh pihak Lab Kesmavet ,Fakultas Kedokteran Unud , Drh. I.B Suacita dalam kunjungan ke beberapa lokasi pemotongan hewan kurban. Kunjungan tersebut juga sebagai suatu bentuk pembinaan kepada masyarakat bagaimana pemotongan hewan yang benar di pandang dari sudut Kesehatan Masyarakat Veteriner. Dalam pemeriksaan post mortem memang ditemukan ada beberapa kelainan pada paru-paru kambing yang dipotong ( radang paru-paru) namun setelah bagin-bagian paru-paru yang berubah warna disingkirkan atau dibuang, bagian lain dari daging bisa di konsumsi dengan mengolah secara benar. Pemotongan Hewan Kurban di Kota meningkat pada tahun 2010. Hal ini dikarenakan jumlah tempat pemotongan yang terdata meningkat sebesar 44 % dari tahun 2009 yaitu sebanyak 135 buah ( Mjid dan ggMushola) dengan jumlah ternak yang dipotong sebanyak 1.751 untuk kambing dan sapi 311. Dalam mendukung kegiatan pemeriksaan hewan kurban Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar mengerahkan 50 personil dari Kalangan Disnakan dibantu 100 mahasiswa FKH Unud dan 5 orang Dosen. Sebagai pihak yang meliput langsung kegiatan pemotongan hewan kurban selama 3 tahun, saya melihat pada Pemotongan Hewan Kurban pada Hari raya Idul Adha 1431 H tahun 2010, sudah ada beberapa kemajuan bila dibandingkan 3 tahun sebelumnya. Sebagai contoh di lokasi tempat pemotongan, sudah digelar plastik bersih atau karpet plastik untuk tempat meletakan daging. Hal ini memberi kesan bahwa masyarakat sudah semakin sadar bagaimana menyediakan daging yang sehat untuk dikonsumsi. Namun untuk cara pemotongan masih perlu dilakukan pembinaan sehingga pada saat proses pemotongan tidak terjadi percampuran cairan dari saluran penampungan makanan yang mencemari bagin daging yang lain. Diakui bahwa untuk memantau kegiatan pemotongan hewan kurban memerlukan dukungan sumber daya manusia dan didukung juga kesehatan masyarakat pelaku sehingga proses penyembelihan sesuai SOP. (Nony)