ANTISIPASI RABIES DIKOTA DENPASAR
Kota Denpasar, saat ini sudah termasuk daerah tertular virus Rabies, setelah ditemukannya kasus positif pada satu ekor anjing liar didaerah Sesetan , demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar , Ir.I Dewa Made Ngurah dalam acara Topik Pers di Bali TV, Selasa Pukkul 16.00 wita.
dalam Acara tersebut pihak Bali TV mengundang juga pakar ahli Virus Unud dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
Disampaikan juga oleh Ir.Dewa Made Ngurah bahwa antisipasi penanggulangan di Kotya Denpasar dilakukan melalui vaksinasi, HPR pada anjing,kucing dank era, penertiban anjing tak bertuan, sosialisasi kepada warga Kota untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan bahaya Rabies dan cara pencegahannya.
Sejauh ini Kota Denpasar bekerjasama denagn isntansi-insatanis terkait ( Dinas Peternakan Propinsi Bali, Balai Besar Veteriner , Fakiultas Kedokteran Unud melakukan vaksinasi Rabies di tempat kejadian yakni seluruh desa di Kec. Densel sebanyak 4600 HPR dari estimasi 4500. Kegiatan kemudian sudah dilanjutkan ke Denbar pada hari minggu lalu tanggal 11 Januari. Menyusul tanggal 18 Januari akan dilakukan vaksinasi untuk wilayah Dentim yang menyasar 95 Banjar dan 24 Januari untuk wilayah Denut, sebanyak 106 Banjar. Data hasil vaksinasi sementara saat ini adalah sejumlah 7.806 ekor Hewan Pembawa Rabies (HPR), sebanyak 33 ekor dieliminasi dan kasus penggigitan sebanyak 14 kasus per Desember dan Januari sebanyak 3 kali. (D/N)