Menu

Ajak Anak Sekolah untuk Belajar Mengolah Hasil Mangrove dan Lestarikan Hutan Mangrove

  • Rabu, 21 Juni 2017
  • 965x Dilihat

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengadakan kegiatan Kids Education and Save Mangrove pada Rabu (21/6) bekerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara menggelar kegiatan mengisi hari libur sekolah. Kegiatan mengajak siswa SD 3 dan 11 Pedungan dalam Pengenalan Ekosistem Mangrove (Kids Education and Save Mangrove) bertempat di Jaba Pura Dalem Batu Lumbang, Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan. Kegiatan diawali dengan belajar mengolah buah mangrove yang dipraktekkan langsung oleh anak-anak sekolah dilanjutkan penyebaran benih ikan kerapu dan penanaman pohon Mangrove. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar I.G.N Jaya Negara yang ikut serta mengedukasi anak-anak dan para kelompok nelayan untuk selalu menjaga kebersihan mangrove, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar Ir. A.A.G.Bayu Brahmasta, Kepala Camat Denpasar Selatan, Pol Air , dan PPL Tim Dinas Perikanan.

Anak-anak sekolah sangat antusias mengikuti kegiatan ini dimulai dari mereka diajarkan untuk mempraktekkan cara membuat lulur,sabun, selai roti, dan juga keripik. Anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok untuk mengikuti proses pembuatan hasil buah mangrove yang banyak orang tidak tahu cara pengolahannya dan manfaatnya untuk masyarat luas.

Bapak Wakil Walikota Denpasar I.G.N Jaya Negara menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini dapat memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak sekolah dan masyarakat tentang pentingnya mangrove. Serta untuk menggugah kesadaran semua pihak dalam menjaga, memelihara dan memotivasi masyarakat agar membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah ke perairan umum serta turut menjaga kelestarian hutan mangrove. Selain itu juga beliau mengucapkan terimakasih kepada semua anak-anak dan masyarakat khususnya Simbar Segara telah menyelenggarakan penyebaran bibit ikan kerapu dan penanaman pohon mangrove.

Sementara Kepala Dinas Perikanan  dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar Anak Agung Bayu  Brahmasta  mengatakan, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan anak-anak sejak dini tentang alam khususnya mangrove.  Mangrove juga berfungsi sebagai barrier ketika ada tsunami, abrasi dan lain-lainnya. Mangrove juga tempat pembelajaran tentang flora dan fauna. ''Selain pohon mangrove, di hutan mangrove juga terdapat habitat air, burung dan fungsi alam berputar disana. Dengan pengenalan itu mereka bisa memahami pentingnya mangrove. Dan Dengan diadakannya kegiatan ini beliau mengharapkan rasa ketertarikan dalam diri anak  dan beredukasi.

Kegiatan ini diharapkan terus dapat dilaksanakan guna mengedukasi para generasi penerus bangsa agar dapat menambah pengetahuannya tentang pengolahan buah mangrove dan melestarikan hutan mangrove. (Widya)