Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bekerja sama dengan pengurus Persekutuan Wanita-Gereja Kristen Protestan di Bali (PWDK-GKPB) telah melaksanakan acara tebar benih ikan di perairan Tukad Badung, Sabtu (14/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, SE., Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, M.M.A., aparat lingkungan setempat, disaksikan oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan sekitar kita, terkait dengan peringatan Hari Bumi dan Hari Kartini.
Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu Bumi, biasanya diperingati pada tanggal 22 April sehari setelah memperingati Hari Kartini 21 April. Hal ini seharusnya ditanamkan sedini mungkin, dan mustinya berkesinambungan atau tak lekang oleh waktu. Semuanya ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masyarakat umum.
Kegiatan menebar 20 Ribu benih ikan yang berukuran masing-masing 3-5 cm,di aliran Tukad Badung yang saat ini sudah ditata indah serta semakin semarak oleh Pemerintah Kota Denpasar dapat dipanen dalam kurun waktu 3-4 bulan ke depan.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengungkapkan bahwa kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Dengan adanya kegiatan tebar benih ini diharapkan dapat mengarahkan masyarakat terkait pelestarian lingkungan.
Pemerintah Kota Denpasar juga menghimbau agar penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan harus dihentikan. Pihaknya meminta agar kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom ikan dan sebagainya.
Menyikapi kegiatan ini, Plt. Walikota mengharapkan permasalahan lingkungan dalam kehidupan dewasa ini dapat menjadi perhatian dari berbagai kalangan, khususnya di Kota Denpasar. Sebab jikalau keadaan lingkungan telah rusak, termasuk juga di lingkungan kita sendiri, jelas akan berdampak kepada masyarakat yang hidup di sekitarnya, sehingga tidak heran jika begitu banyak masyarakat di seluruh dunia ikut menyuarakan perlunya peringatan Hari Bumi ini melalui kegiatan pelestarikan lingkungan seperti ini di sekitar kita masing-masing.
Di sisi lain, juga turut serta mengembangkan kawasan Tukad Badung ini sebagai destinasi Wisata yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Oleh karena itu pihaknya sangat antusias dan mendukung dengan diadakannya kegiatan ini. (Widya)
09 Februari 2026
17 Agustus 2025
21 Agustus 2025
04 Februari 2026
03 September 2025