Menu

Sterilisasi Anjing Lokal di Br. Sekuta Sanur oleh Seva Bhuana

  • Kamis, 22 September 2016
  • 998x Dilihat

Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar kini bekerja sama dengan Pemerhati Hewan (Pet Animal) Seva Bhuana melaksanakan kegiatan mensterilisasi anjing lokal serta vaksinasi untuk HPR. Kegiatan Kastrasi yang merupakan pensterilisasian pada hewan jantan dan Ovariohistrektomi pensterilisasian pada hewan betina yang pada awalnya anjing dibius (ditidurkan), kemudian dilakukan operasi beserta vaksinasinya. Tim Keswan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar juga meninjau secara langsung acara yang dilaksanakan pada hari ini Kamis, (22/9) di Br.Sekuta Sanur Denpasar.

Kegiatan ini sangatlah membantu untuk menekan populasi hewan (anjing/kucing lokal) yang berlebihan di Kota Denpasar sehingga anjing liar yang berpotensi membawa penyakit rabies pun bisa dikendalikan. Dan masyarakat perlu mengetahui manfaat dari kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan oleh para dokter hewan sukarelawan yang membantu melaksanakan kegiatan sterilisasi ini. Masyarakat yang akan mensterilisasikan hewan kesayangannya dapat mengikuti kegiatan ini tanpa dipungut biaya apapun. Adapun syarat yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan ini antara lain : 1. Steril/kastrasi (KB untuk hewan) untuk anjing dan kucing local/mix local saja sudah di vaksin rabies untuk anjing dan kucing semua ras. 2. Steril/kastrasi anjing dengan usia minimum 3 bulan. Steril/kastrasi kucing dengan usia minimum 5 bulan. Vaksin Rabies untuk anjing dan kucing dengan usia minimal 3 bulan. 3. Hewan yang akan diikutkan steril/kastrasi/vaksin rabies harus dalam keadaan sehat, tidak diare, tidak demam dan nafsu makan bagus. Hewan yang akan diikutkan steril/kastrasi harus dipuasakan minimal 8 jam (air putih boleh).

Diharapkan masyarakat semakin banyak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini karena akan sangat membantu menekan populasi anjing dan juga menghambat penyebaran penyakit rabies. Semoga kedepannya kegiatan ini semakin diminati oleh masyarakat dan semakin memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. (Widya)