Menu

Sistem Aquaponik yang Dikelola oleh DPKP di Tukad Bindu Menarik Perhatian Delegasi IMF

  • Selasa, 16 Oktober 2018
  • 647x Dilihat

Pada hari Selasa (16/10) Delegasi IMF World Bank Grup yang dipimpin oleh Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and Resilience, Steffen Soulejman Janus berkunjung ke Tukad Bindu yang langsung diterima oleh Bapak Walikota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra. Kehadiran delegasi IMF tersebut juga disambut oleh Wakil Walikota IGN Jaya Negara, serta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, seluruh pimpinan OPD Pemkot Denpasar, didampingi Ketua Yayasan Tukad Bindu, Ida Bagus Ari Manik dan pengelola Tukad Bindu, I Gusti Ari Rai Temaja.

“Tempat ini sangat luar biasa, inovatif dan sangat memikirkan masa depan, saya berharap semua desa di Indonesia dan dunia mampu menginspirasi seperti yang dilakukan di Tukad Bindu yang sukses bentuk Community Based,’’ Ungkap Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and Resilience, Steffen Soulejman Janus.

Dikatakan pula bahwa dirinya sangat tertarik dengan komunitas ini, saya melihatnya sangat baik, pengelolaan dan partisipasi masyarakatnya baik, mulai dari ada budidaya ikan dengan sistem aquaponik, sampai memasak sayur yang ditanam sendiri. Beliau langsung mengunjungi lokasi budidaya aquaponik yang ada di Tukad Bindu dan sangat antusias menanyakan banyak hal terkait budidaya aquaponik tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar juga mengatakan bahwa fokus utama yang dilakukan di Tukad Bindu ini adalah revitalisasi sungai dengan tujuan membentuk kemandirian masyarakat dan akselerasi pembangunan serta membentuk kampung hijau yang memanfaatkan lahan agar lingkungan lebih terlihat asri.

"Membentuk karakter masyarakat adalah yang utama, karena ini program jangka panjang dan berkelanjutan,” terangnya.

Hal lainnya juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Bapak Bayu Brahmasta, bahwa sistem budidaya aquaponik yang ada di Tukad Bindu dapat menjadi contoh masyarakat untuk melakukan penghijauan disekitar rumahnya. Dan diharapkan setiap desa menjadikan lahan kosong maupun lingkungannya menjadi kampung hijau seperti arahan Bapak Walikota terkait pelestarian lingkungan dan pemanfaatan lahan.

Tukad Bindu saat ini terdapat beberapa lokasi menarik. Permainan anak tradisional, kuliner tradisional Bali, Kopi Bindu, taman anggrek, hingga pengelolaan budidaya ikan lele dengan aquaponik.

Diharapkan kedepannya masyarakat dapat tetap mengelola dan menjaga lingkungan tukad bindu dengan baik dan tukad bindu dapat menjadi destinasi wisata ramah keluarga. (Widya)