SAPI BALI MENANG KONTES SAPI NASIONAL
Sapi Bali menang kontes:
Propinsi Bali patut berbangga karena sapi Bali tidak saja menjadi plasma nutfa di Bali namun di tingkat Nasional layak ditempatkan di posisi pertama dalam lomba sapi tingkat nasional di Boyolali (19 Juli 2010). Kemengan di rai pada kategori sapi penjantan terbaik , mengalahkan beberapa nomnasi yang berasal dari berbagai daerah di tanah air.
Propinsi Bali sendiri mengirimkan 5 (lima) ekor sapi dari sembilan yang masuk nominasi di TK Propinsi. Sapi-sapi tersebut berasal dari 5 Kabupaten /Kota yakni Denpasar, Klungkung, Karang asam dan Tabanan. Jumlah lima ekor sapi teridir dari penjantan 3 ekor, 1 ekor calon induk dan induk 1 ekor . Keluar sebagai pemenang adalah Kota Denpasar, hasil inseminasi buatan (IB) bernama Kacong dengan berat 416 kg . Sapi Kacongs ini adalah milik Bapak I Nengah Warta yang tergabung dalam kelompok tani ternak â€Dharma Semara Denpasar Timur yang merupakan hasil IB dari seorang inseminator berpengalaman di Kota Denpasar †Bapak I Made Nadaâ€. Sebelumnya , Sapi Kacong adalah sapi yang menjuarai Kontes Sapi menyambut tumpek kandang di Kota Denpasar Tahun 2010.
Kemenangan ini layak dibanggakan karena, selama ini Kota Denpasar belum pernah masuk nominasi. Kini Kota Denpasar bukan hanya mengalahkan sapi-sapi Kabupaten lain yang dari dari Bali , tetapi juga berhasil menyingkirkan para pesaingnya dari Propinsi lain. Prestasi ini merupakan dampak dari hasil kegiatan kontes sapi yang sudah digelar Kota Denpasar sebanyak 3 kali sejak tahun 2008. Sejak kontes sapi diselenggarakan, animo masyarakat untuk memelihara sapi dengan penerapan sistim Inseminasi Buatan terlihat lebih bergairah dibanding tahun –tahun sebelumnya.
Melalui prestasi Nasional yang berhasil dicapai, diharapkan para petani ternak di Kota Denpasar semakin termotivasi dalam usaha peternakan Sapi di Kota Denpasar. Sesuai dengan harapan Bapak Walikota Denpasar untuk menjadikan Kota Denpasar bukan sebagai Kota Metropolitan melainkan Kota Budaya. Namun untuk mendukung visi pemerintah Kota diperlukan dukungan semua pihak untuk bersama-sama membawa Denpasar sebagai Kota di Indonesia yang berhasil mempertahankan kearifan budaya lokal ( Nony-Produksi)