Menu

Pemantauan Hama dan Penyakit Ikan (HPIK) Bersama Tim Karantina

  • Senin, 16 Maret 2015
  • 3432x Dilihat

Demi mencegah terjadinya wabah dan introduksi penyakit baru yang dapat merusak potensi perikanan di Kota Denpasar, maka diperlukan suatu kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit ikan melalui kegiatan pemantauan. Pada hari ini (16/3) dan akan berlanjut hingga (17/3) kegiatan pemantauan penyakit ikan yang dilakukan pada kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Kota Denpasar. Tujuan diadakannya kegiatan pencegahan dan pemantauan penyakit ikan di Kota Denpasar adalah untuk memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkecimmpung dalam kegiatan budidaya ikan serta hasil pemantauan penyakit ikan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penentuan kebijaksanaan pencegahan dan penanggulangan penyakit ikan di Kota Denpasar.

Pemantauan penyakit diadakan di Kelompok Sri Rejeki, Kelurahan Renon,Denpasar Selatan ; Kelompok Manika Karya, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan ; Kelompok Mina Tirta, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur ; Kelompok Penatih Lestari, Desa Penatih, Dangin Puri, Denpasaar Timur. Untuk kegiatan selanjutnya pada tanggal 17 Maret  2015 diadakan di Kelompok Mina Asri, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara; Kelompok Munduk Asri, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Sasaran dalam pelaksanaan pemantauan HPI/HPIK ini yaitu melakukan pemeriksaan produk budidaya dan hasil budidaya perikanan HPI/HPIK yang tergolong parasit, bakteri,dan virus untuk dapat diketahui status epidemiologi penyakit tersebut.

Ibu Rai Sumarni, SP selaku Kepala Seksi Perikanan Budidaya DPPK bersama staf dan PPL DPPK bekerja sama dengan Tim  Karantina dari Balai Karantina Ikan Kelas 1 Kota Denpasar melakukan pencegahan dan pemantauan penyakit ikan ini dengan melakukan pengambilan sampel pada ikan yang kemudian akan di periksa di laboratorium Tim Balai Karantina dan hasilnya akan diketahui kurang lebih 1 minggu setelah dilaksanakannya kegiatan ini.

Ibu Rai Sumarni, SP memaparkan bahwa permasalahan yang timbul dari kegiatan ini yaitu kurangnya pengetahuan pembudidaya ikan tentang patogen dan epidemiologinya masih sangat kurang, selain itu pada musim tertentu serangan penyakit masih sering terjadi seperti adanya penyakit yang ditimbulkan oleh parasit dan bakteri yang menyerang ikan lele.

“Untuk meningkatkan produktivitas, perlu adanya peningkatan pengetahuan SDM dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi personalia BBI, UPR dan pembudidaya ikan di Kota Denpasar sehingga memiliki kemampuan dalam mengendalikan masuk dan berkembangnya organisme pathogen pada unit pembenihan dan usaha budidaya ikan,” jelas Ibu Rai Sumarni, SP.

Kegiatan ini diharapkan agar kedepannya dapat diadakan pemantauan lanjutan dan terpadu antara Tim Pembinaan dan Pengawasan Penyakit Ikan Kota Denpasar dengan Karantina Ikan serta bagi para pembudidaya ikan agar menerapkan biosecurity dengan melakukan pengobatan yang baik dan benar dengan menggunakan obat ikan yang sudah teregistrasi di Kementrian Kelautan. (Widya)