Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar mengadakan Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif dan Teknik Pemberian Pakan Secara Otomatis di Kota Denpasar terkait dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya diantaranya tingginya biaya produksi salah satunya disebabkan oleh harga pakan pabrikan yang tinggi dan cenderung terus naik, tidak seimbang dengan harga jual produksi. Pakan ikan menentukan biaya produksi hingga 60-80% dari total biaya produksi budidaya ikan, sehingga akan menentukan margin keuntungan usaha. Selain pakan mempengaruhi mutu dari daging ikan, pakan yang digunakan dalam budidaya ikan juga berdampak terhadap lingkungan sumberdaya perairan. Pelatihan Pakan fermentasi dilakukan dengan mencampurkan pellet, ampas tahu, dedak halus, tepung ikan, tetes tebu/molase, probiotik, dan ragi tempe kemudian disimpan dalam suhu ruang dengan tempat yang tertutup (anaerob) untuk menghindari mikroorganisme yang merugikan masuk kedalam bahan yang difermentasikan. Proses fermentasi dapat merombak senyawa polysacarida oleh mikroorganisme menjadi komponen yang lebih sederhana sehingga pakan mudah dicerna dan diserap oleh ikan serta kualitas air yang ditimbulkan juga baik. Di samping itu sumberdaya manusia baik tingkat kemampuan maupun ketrampilan dan juga jumlahnya yang ada di Kota Denpasar sangat kurang, sehingga diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada.
Selain itu, tujuan diadakannya pelatihan pembuatan pakan alternatif ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pembudidaya ikan sehingga dapat mengurangi biaya produksi akibat harga pakan ikan tinggi dan cenderung terus naik. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta pembudidaya ikan (pembesaran dan pembenihan) di Kota Denpasar.
Kegiatan ini dilaksanakan pada (Kamis,19) bertempat di Kantor UPT Pasar Benih dan Balai Benih Ikan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar. Narasumber yang mengisi pelatihan ini adalah PPL Perikanan Bapak Gusti Sudarta dan Kepala UPT BBI Bapak Wayan Sugasta.
Inovasi Pemberian pakan Ikan Secara otomatis dilihat penting dalam mengefisienkan waktu bagi pembudidaya yang memiliki aktifitas lain sehingga tidak sempat memberikan makan ikan secara rutin. Pemberian pakan ikan secara otomatis ini dapat dilakukan dengan menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak. Listrik sangat dibutuhkan untuk menggerakkan semua alat hingga dapat mengeluarkan pakan ikan sesuai waktu dan volume pakan yang diinginkan. Adapun alat-alat yang digunakan dalam pembuatan Pakan Otomatis ini adalah Blower atau pompa yang berguna untuk meniupkan pakan yang ada pada tempat pakan, timer berguna untuk mengatur waktu hidup/ matinya blower atau pompa, paralon untuk menghubungkan udara dari blower atau pompa ke keran, keran berguna untuk mengatur besar/kecilnya hembusan angin yang keluar dari blower, selang udara berguna mengatur udara dari keran ke tempat pakan, galon sebagai tempat pakan, dan keni bentuk T untuk mengatur masuk dan keluarnya pakan. Prinsip kerja alat ini yakni listrik akan menggerakkan blower atau pompa sehingga menghasilkan udara yang kemudian dialirkan melalui pipa paralon ke selang udara untuk menghembuskan pakan ke kolam.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Ir.A.A.G Bayu Brahmasta, M.Ma mengharapkan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi dan Pemberian Pakan Secara Otomatis dapat mendorong pengembangan kegiatan budidaya ikan di Kota Denpasar selain itu pemberian inovasi teknik pemberian pakan secara otomatis juga dapat membantu memberikan kemudahan dalam pemberian pakan tepat waktu dan tepat dosis sesuai kebutuhan. (widya dan pinky)
09 Februari 2026
17 Agustus 2025
21 Agustus 2025
03 September 2025
04 Februari 2026