Menu

MASIH ADAKAH GELORA KEMERDEKAAN PEMUDA KOTA DENPASAR

  • Minggu, 17 Agustus 2008
  • 1312x Dilihat
PERSATUAN PEMUDA PADANG GAJAH BERSEPEDA DI HUT RI-KE 63 Hari ini Indonesia berulang tahun kemerdekaan yang ke 63. Pekik sorak kemerdekaan terdengar dimana-mana. Baik media elektronik maupun media cetak memuat berbagai berita yang berkaitan dengan HUT kemerdekaan RI yang ke 63. Bahkan seperti biasanya, Telivisi Pemerintah maupun swasta secara serempak menyiarkan secara langsung upacara-upacara memperingatan detik-detik HUT RI yang ke 63. Jika kita bertanya masih adakah gelora kemerdekaan bergerak dalam hati sanubari pemuda Indonesia khususnya pemuda Kota Denpasar, tentu tidak semua orang memiliki jawaban yang sama. Mungkin ada yang mengatakan ya, ada juga yang mengatakan tidak , ada juga yang mengatakan tergantung dari sudu mana menilinya atau bahkan tak ada komentar alias no comment. Apakah seorang pemuda di katakan masih memiliki gelora perjuangan semangat 45 dari para pejuang kemerdekaan Indonesia karena ia bisa memberikan prestasi di tingkat daerah, nasional ataupun internasional. Jika ini yang dipakai menjadi ukuran maka penilaian menjadi sungguh sangat tidak obyektif. Kemerdekaan ini milik semua masyarakat Indonesia namun sejauh manakah gelora anak muda dalam menjaga Indonesia tetap jaya dimata bangsa-bangsa dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Hari ini disaat hampir semua element masyarakat sibuk dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke 63, di satu sudut jalan di Kota Denpasar, didapati sekelompok anak muda dari Persatuan Pemuda Gajah Mada , Desa Padang Sambian yang hanya berjumlah 9 orang sedang mengayun sepeda dengan membawa beberapa buah bendera merah putih dimana salah satunya berukuran kurang lebih 5 meter panjangnya. Pakain mereka sederhana, bukan pakai seorang pengendara sepeda sebagaimana biasanya namun semangat mereka luar biasa. Dalam wawancara singkat dengan salah satu diantara mereka yang paling senior ‘ Kadek A. Putra, mahasiswa semester tiga Fakultas Teknik Mesin Unud ini mengatakan bahwa ‘ kami yang melakukan perjalanan bersepeda karena termotivasi semangat 45 dari para pejuang yang sudah memberikan kemerdakaan untuk bangsa Indonesia. Perjalanan bersepeda dimulai dari Desa Padang Sambian pukul 8.00 pagi tadi dengan rute perjalanan adalah Padang Sambian, lapangan Puputan , Renon , Sanur dan kembali ke Padang Sambian. Ketika ditanya masalah bendera yang diusung sepanjang perjalanan Kadek menjawab bahwa bendera ini dijahit dengan menggunakan biaya dari hasil patungan bersama sebesar lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah. Luar biasa...tindakan yang sangat positif dan patut dicontoh oleh pemuda lainnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya. Penghargaan atas kemerdekaan yang telah dicapai, bisa dimulai dari ide yang kecil namun positif, ditambah dengan semangat yang perjuangan 45 akan menghasilkan kepribadian Pemuda Indonesia yang kokoh berjiwa patriotisme , siap menjaga Merah Putih tetap berkibar. (nny)