Senin (1/6) pukul 09.00 wita – selesai bertempat di Kelompok Mina Sari Nadi beralamat di Jl. Raya Sesetan Gg. Jepun No. 7 Denpasar , Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar mendampingi Kelompok Mina Sari Nadi dalam kegiatan Penilaian Lomba UKM Pengolah Produk Hasil Perikanan Tk. Provinsi Bali Tahun 2015. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Bapak Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, serta Tim Penilai Lomba yang terdiri dari Tim Penilai dari Aspek Teknis yaitu Ibu Suningsih (Kepala UPT. Lab Perikanan Provinsi Bali) , dan Tim Penilai dari Aspek Administrasi dan Kelembagaan yaitu Ibu Susi.
“Untuk memotivasi pelaku usaha kecil dan menengah hasil perikanan dalam meningkatkan produktifitas dan kreatifitas usaha merupakan salah satu tujuan penting diadakannya kompetisi ini,” salah satu tujuan kegiatan ini dijelaskan langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bapak Ir.A.A.G Bayu Brahmasta, M.Ma,
Lomba UKM Pengolah Hasil Perikanan Tk. Provinsi Tahun 2015, Kota Denpasar diwakili kembali oleh Kelompok Mina Sari Nadi, setelah 2 tahun yang lalu kelompok ini dalam lomba yang sama memperoleh juara 1 Tingkat Provinsi Bali dan mewakili Bali di Tingkat Nasional. Untuk tahun ini kelompok Mina Sari Nadi ikut bersaing lagi dengan harapan bias memperoleh juara kembali di Tingkat Provinsi Bali dan Juara di Tingkat Nasional.
Kelompok Mina Sari Nadi beranggotakan 10 orang yang diketuai oleh Bapak I Made Sanjaya. Kelompok ini mengolah produk yang berbahan baku hasil perikanan maupun peternakan yang diolah menjadi produk olahan seperti bakso, kaki naga, nugget, siomay, rolade, sosis maupun olahan kering seperti krupuk kulit lele.
Bahan baku produk olehan perikanan berupa ikan maupun lele diperoleh secara local dari pembudi daya lele yang ada di Kota Denpasar dan sekitarnya. Untuk pemasaran produknya, masih local di seputaran Kota Denpasar. Kendala masyarakat untuk mengkonsumsi lele dalam bentuk yang olahan basah, yang lekat dengan ikan lele yang dipelihara seadanya, padahal lele sekarang sudah dibudidayakan secara intensif. Perlu usaha yang keras dari kelompok untuk menarik minat masyarakat agar mau mengkonsumsi produk olahan perikanan khususnya lele.
Lomba UKM pengolahan ini dilakukan rutin setiap tahun, dan dari lomba ini pelaku usaha ini diharapkan produktifitasnya tetap berkelanjutan, tertib secara administrasi, melakukan proses produksi memperhatikan standar sanitasi dan hygiene yang telah ditentukan. Dengan menerapkan hal-hal yang menjadi kriteria dalam lomba ini, diharapkan produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha bias bersaing di pasaran. (Widya & Ami)
09 Februari 2026
17 Agustus 2025
21 Agustus 2025
03 September 2025
04 Februari 2026