Menu

Budidaya Kepiting Bakau Sistem Baterai di Kawasan Hutan Bakau Wilayah Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar

  • Selasa, 26 April 2016
  • 2064x Dilihat

Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2016, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar melaksanakan kegiatan percontohan (Demplot) Budidaya Kepiting Bakau pada Selasa (26/4) di kawasan hutan bakau wilayah Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan dengan luas 1 are. Tujuan dilaksanakannya Demplot Budidaya Kepiting Bakau ini untuk melestarikan biota kepiting bakau yang hidup dan berkembang di kawasan hutan bakau. Pelaksanaan kegiatan tersebut dimaksud tanpa mengganggu habitat bakau dan lingkungannya yang sudah ada.

Pengawasan Demplot Budidaya Kepiting Bakau dilaksanakan oleh tim teknis dan PPL Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar bersama-sama dengan KUB Taman Segara Kodang, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan. Dalam kegiatan ini Tim Perikanan Budidaya DPPK menggunakan metode sistem baterai sebagai tempat pemeliharaan kepiting. Sistem ini dapat meminimalkan kematian akibat kanibalisme kepiting. Keberhasilan dalam usaha budidaya ini sangat tergantung pada keberhasilan menjaga kondisi lingkungan budidaya dan sekitarnya. Hal ini sangat terkait dengan daya dukung, daya tampung, dan daya asimilasi lingkungan tersebut.

Tim Perikanan DPPK menebar kepiting sebesar 130-150 gram per ekor. Dengan memberikan pakan berupa ikan rucah. Dimana pakan ini tergolong pakan yang harganya murah dan mudah didapat serta baik untuk perkembangan kepiting. Selain itu hal yang harus diperhatikan adalah cara mengikat kepiting. Dikarenakan kepiting mempunyai capit yang kuat, dan anggota badannya mudah putus, sedangkan bila anggota badan tidak lengkap, harga jualnya juga akan menurun. Oleh sebab itu ketrampilan cara mengikat kepiting haruslah dipelajari dengan cermat.

Penangkapan kepiting ketika panen biasa dilakukan dengan pengeringan tambak, sehingga kepiting dapat ditangkap dengan seser danyang tersembunyi didalam lumpur dapat juga ditangkap dengan seser dari bambu atau pengki untuk memungkinkan mengeruk lapisan lumpur tempat kepiting bersembunyi. Dan diharapkan metode ini dapat berhasil dan kedepannya dapat panen dengan baik dan kepiting-kepiting yang dipelihara tetap sehat.  (Widya)