Menu

BETERNAK AYAM BURAS

  • Senin, 01 Oktober 2007
  • 5821x Dilihat
BETERNAK AYAM BURAS Pendahuluan Ayam buras atau ayam kampong merupakan ternak unggas yang paling banyak dipelihara dipedesaan . Keberadaan ayam buras sebagai penghasil telor dan daging serta pendapatan keluarga,memiliki fungsi strategis dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat petani. Memelihara ayam buras sebenarnya tidak terlalu sulit , sebab tidak memerlukan teknologi rumit. Untuk mengembangbiakan ayam buras hanya membutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam memelihara yaitu dengan penerapan Pasca usaha Peternakan yaitu pakan , pengendalian penyakit dan tatalaksana serta pengolahan /perkembangbiakan. Ayam buras memiliki peluang tinggi, sangat mudah dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi. Oleh karena itu,ayam harus dikelola dengan prinsip usaha tani yang baik dan memberikan keuntungan yang sangat memadai bagi petani ternak. 1.Pemilihan Bibit Ayam Buras Bibit ayam buras yang baik menentukan percepatan perkembangabiakan dan keuntungan usaha tani ayam buras. a. Pemilikan anak ayam(doc) calon bibit - Tidak cacat kaki,paruh normal,mata jernih,terang dan bulat - Pergerakan lincah dan sehat , kaki kuat serta berdiri tegak - Buluh halus dan mengkilat b. Tanda Betina yang baik - Kepala halus,mata jernih,terang,paruh pendek dan kuat. - Jengger dan pial halus serta tidak keriput - Badan cukup besar dan perut luas - Jarak tulang dada dengan tulang belakang + 4 jari orang dewasa. c. Tanda Pejantan yang Baik - Badan kuat dan agak panjang - Sayap kuat dengan buluh-buluh teratur rapi. - Paruh bersih, mata jernih - kaki dan kuku bersih ,sisik –sisiknya teratur . - Terdapat taji dengan bentuk runcing/bulat seperti agung. 2. Perkandangan Keberadaan kandang sangat dibutuhkan sebagai tempat bernaung /berteduh, beristirahat, bertelur dan seluruh aktivitas hidupnya. Persyaratan kandang: - Lokasi lebih tinggi dari tanah sekitarnya - Terpisah dari rumah dengan jarak minimal 15 m - Lantai kandang dibuat lebih tinggi minimal 50 cm dari sekitarnya - Lingkungan kandang selalu kering dan bersih serta jauh dari tempat pembuangan limbah. - Kandang dibuat dari bahan mudah dibersihkan dan berasal dari lokasi setempat. - Pertukaran udara baik dari sinar matahari cukup . - Kandang dilengkapi dengan peralatan seperti bertengger Bentuk / Jenis kandang a. Kandang Battrey: yaitu khusus untuk memeilhara ayam petelor,dengan ukuran perkotak/1 ekor induk: - Panjang : 35 cm - Lebar ; 20 cm - Tinggi : 40 cm b. Kandang Postal : Berbentuk bangunan dengan ukuran : - Anak ; 25 – 28 ekor/m - Dara : 16 ekor /m2 - dewasa : 6 ekor/m2 c. Kandang Berpagar/Jaringan Kandang berpagar /jaringan merupakan kandang sederhana dengan halaman tempat ayam dilepas, dikelilingi/dipagar dengan jaringan dari plastic atau bekas jala ikan. Tinggi 2,5 – 3m, luas halaman disesuaikan dengan kebutuhan. 3. Pakan Ayam Buras Pakan ayam buras merupakan hal penting dalam melangsungkan kehidupan ayam buras a. Jumlah kebutuhan pakan: ======================================= Tahap Umur (bl) Jml.Pakan Pertumbuhan (gr/ek/hr) ------------------------------------------------------------------- Anak/Kutuh 0 – 2 5 – 20 Dara 2 – 5 20 – 70 Produksi 5 keatas 70 – 100 ======================================= Sumber : BIP.Bali b. Kebutuhan zat makanan - Anak Ayam : 17% protein,2700 k.kal/kg - Dara/Dewasa : 14% protein, 2900 k.kal./kg c. Formula pakan ayam buras 1. Formula Peternak a. Formula 1 - Ayam buras diberikan pakan jadi ayam ras petelor ditambah dengan hijauan . b. Formula 2 - Konsentrat ayam ras petelor: 10% - Jagung : 40% - Bekatul : 30% - Tepung ikan : 10% - Grit : 5% - Hijauan : 5% c. Formula 3 - Konsentrat ayam ras petelor: 8% - Jagung : 20% - Bekatul : 60% - Girit : 2% - Hijauan : 10% d. Formula 4 (khusus periode grower dan layer) setiap 55 kg pakan - Konsentrat ayam ras petelor: 12% - Jagung Giling : 15kg - Dedak halus : 25kg - Girit : 1 kg - Mineral B 12 : 1 kg - Tepung ikan : 1 kg Ditambah hijauan secara tidak terbatas 4.Tata Laksana Reproduksi Produksi utama yang diharapkan dari ternak ayam adalah daging dan telor, sedangkan hasil sampingnya berupa bulu dan kotorannya. Agar jarak waktu bertelor tidak terlalu lama dan teratur ,sebaiknya : a. Anak ayam disapih sedini mungkin b. Anak ayam dimandikan sejak menunjukan tanda-tanda mengeram ayam agar ayam tidak mengeram dan bertelor kembali. c. Sex ratio 1:8-10 (1 jantan dengan 8-10 betina). d. Induk untuk bibit berumur 8-18 bulan , demikian juga pejantannya. e. Untuk maksud pengembangan, dari 13 butir telor yang dihasilkan seekor induk , 10 butir diteteskan dan 3 butir sisanya dikonsumsi. 5.Pengendalian Penyakit Penyakit yang sering menyerang ayam buras adalah Tetelo,Cacar Ayam,Snot,Berak Darah, Cacingan dan lain- lain. Diantara penyakit tersebut, mka ND (Tetelo merupakan penyakit yang menimbulkan kerugian yang lebih tinggi dengan kematian 90 – 100% Adapun cara pencegahannya yaitu dengan melaksanakan vaksinasi ND dengan jadwal sbb: No. Umur Ayam Jenis Vaksin Cara Vaksin 1 – 3 hari Strain F Tetes mata 3 minggu Strain F Tetes mata 3 bulan Strain K Suntikan Diulang setiap Strain K Suntikan 3 bulan sekali ------------------------------------------------------------------------ Sumber:PUSVETMA,1989