Menu

Bersih Mangrove dan Pengenalan Kawasan Mangrove Dalam Rangka Hari Nusantara di Kelompok Simbar Segara

  • Kamis, 08 Desember 2016
  • 1021x Dilihat

Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar bekerjasama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Simbar Segara melaksanakan pengenalan kawasan mangrove dan bersih mangrove dalam rangka memperingati Hari Nusantara di Kawasan Hutan Mangrove KUB Simbar Segara Desa Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (8/12).  Acara dengan tema ''Penguatan Ekonomi Maritim Membangun Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia''  ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dilanjutkan dengan pemantauan Dermaga Simbar Segara.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Bapak Ir. AA Gde Bayu Brahmasta  menjelaskan kegiatan ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan serta menumbuhkan kecintaan anak-anak sekolah dan masyarakat tentang pentingnya mangrove bagi kehidupan masyarakat terutama bagi masyarakat pesisir dikarenakan menjaga pelestarian hutan mangrove Pemerintah tidak bisa melakukan sendiri, maka dari itu perlu peran serta masyarakat untuk ikut menjaganya.  

Dalam menjaga pelestarian mangrove salah satu upaya Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar  mengadakan kegiatan bersih mangrove seperti saat ini. Disamping itu untuk menggugah kesadaran semua pihak dalam menjaga, memelihara dan memotivasi masyarakat agar membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah ke perairan umum (sungai) serta turut menjaga kelestarian alam hutan mangrove. Mengingat pentingnya hutan mangrove yang memiliki banyak fungsi seperti pelindung utama apabila ada bencana Tsunami. Selain itu, hutan mangrove juga mempermudah para nelayan menangkap ikan, budidaya hasil buah mangrove yang dapat dijadikan berbagai macam makanan.

Melalui kegiatan bersih mangrove dan pengenalan kawasan mangrove, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar berupaya untuk menjaga kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan guna membangun ekonomi maritim nusantara. Dengan melestarikan hutan mangrove, maka populasi ikan akan semakin berkembang dan dapat dijadikan tempat rekreasi yang memberikan kontribusi dan menumbuhkan ekonomi kreatif dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat dan anak-anak sekolah agar menggugah semua pihak dalam menjaga, memelihara kelestarian hutan mangrove serta membudidayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah di perairan umum. Peserta yang ikut kegiatan bersih mangrove ini sebanyak 300 orang  terdiri dari anak SD, SMP, Sekaa Teruna, Kelompok Pesisir dan masyarakat umum. Agar peserta semangat dalam kegiatan ini pihaknya  memberikan doorprize sebagai kenang-kenangan dari kegiatan bersih mangrove

Diharapkan kedepannya kegiatan ini dapat terus berlangsung dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk tetap melestarikan alam yang salah satunya adalah Hutan mangrove. (Widya)